Visual Auditory Kinestetik pada Anak

...

Visual Auditory Kinestetik pada Anak  ???????????? 

Originally created by @fufuelmart
.
Bundami, mengenal istilah VAK awalnya dari Yabi @canunkamil dan semenjak mempelajari NLP. Kemudian baca bukunya Bobby The Porter tentang Quantum Learning. VAK sederhananya merupakan perbedaan cara 'belajar' seseorang. Ada yang tipe Visual (dominan penglihatan), ada yang tipe Auditory (dominan pendengaran) dan ada yang tipe Kinestetik (dominan dengan bergerak atau mengerjakan langsung). VAK ini buat Bundami bukan untuk mengkotak2an seseorang, tapi justru membantu mengoptimalkan seseorang dalam mempelajari sesuatu.
.
Tipe belajar VAK seseorang ini, berkembang pada lifestyle juga. Ternyata berpengaruh pada bagaimana karakter seseorang, cara bersikap, kebiasaan dsb. Misal yang Visual kalau pakai baju cenderung mix and match dari atas ke bawah, yang Auditory sangat suka bernyanyi dan cenderung memiliki suara merdua, yang Kinestetik sangat suka disentuh dan dipeluk.
.
Memahami VAK pada anak khususnya, bagi Bundami bisa membantu optimalkan mereka dalam pembelajaran, serta bisa paham pemakluman tertentu bagi kita orangtuanya. Saat misal anak Kinestetik akan lebih susah diam dan hobinya bergerak kesana kemari, saat misal anak Auditory hobi ngomong dan bernyanyi, saat misal anak visual lebih butuh banyak intetaksi kita karena dia suka sekali diperhatikan.
.
Sebenarnya menurut Bobby The Porter sendiri, VAK seseorang bisa dipengaruhi banyak faktor, yaitu sesuai kondisi, pengasuhan, pengalaman dan masih bisa BERUBAH. Dalam diri setiap orang sebenarnya punya ketiga jenis tipe pembelajaran ini. Visual nya ada, Auditory nya ada, Kinestetik nya ada. Hanya saja kadarnya berbeda masing2. Oleh karena itu ada yang sifatnya dominan ada yang bersifat minor.
.
Maka kolaborasi tipenya biasanya: Dominan Visual, Dominan Auditory, Dominan Kinestetik,  atau juga disandingkan yang dominan pertama dengan dominan kedua. Misal Visual-Kinestetik, Visualy-Auditory, Kinestetik -Auditory, Kinestetik-Visual, Auditory-Visual, Auditory-Kinestetik. Penempatan sifat pertama sebagai tipe dominan pertama, disusul yang cenderung tipe keduanya.
.
.
Semenjak mempelajari VAK, bundami coba observasi pada setiap anak mulai dari mereka bayi. Proses observasi ini bukan ditujukan men-judge tipe tertentu sehingga pengasuhan jadi kaku, tapi lebih ke untuk membantu untuk bisa optimalkan di tipe lain. Misal karena dari bayi Emil sudah kelihatan Kinestetik sekali dan sifat keduanya visual, bundami udah siapkan hati bahwa perkembangan bicara kakak akan terlambat, jadi Bundami coba untuk rangsang kemampuan auditory dia. Karena proses bicara berawal dari proses mendengar terlebih dahulu. Emil mulai berbicara suku kata di usia 20 bulanan, alhamdulillah makin sini jadi suka pembelajaran audio, ya meskipun tetep kinestetiknya kental banget.
.
Nah, Bundami mau share di sini pengalaman Bundami untuk observasi VAK ketiga anak Bundami, yang emang ketiga nya berbeda banget. (Belum tahu yah apakah nanti sudah besar akan berubah atau nggak)
.
Kakak Emil : Kinestetik - Visual
Abang Awim : Visual - Auditory
Kakang Eshan : Kinestetik - Auditory
.
???? Bayi VISUAL ????
Bayi visual ini kemampuan penglihatannya lebih dominan, sehingga biasanya sudah bisa diajak berinteraksi dua arah dari mulai masih bayi. Usia 1-2 bulanan seringkali sudah bisa senyum, mudah sekali diajak main ekspresi dengan orangtuanya. Tipe ini biasanya cenderung paling anteng, kalau tidur tenang dan kalaupun ditinggalkan tidak apa-apa, dia masih bisa tidur nyenyak.
.
Kalau digendong, bayi visual ini suka digendong tipe biasa, posisi berbaring, jadi dia bisa melihat dan berinteraksi dengan orang yang menggendongnya. (Hal yang tak terlalu disukai bayi kinestetik ????) Kalau pakai stroller, dia pasti lebih suka melihat ke arah depan, soalnya bisa melihat banyak hal. Kalau misal susah tidur, cukup matikan lampu kamar, lalu usap usap kepala dan bagian antara kedua matanya elus-elus ringan, biasanya memudahkan dia untuk tidur.
.

Bayi visual ini, kalua sudah tidur nyenyak bisa anteng dan gak mudah bangun meski ada suara seberisik apapun. Jadi kalau misalnya diajak ke bioskop meskipun gak baik ya bawa bayik ke bioskop dia akan tenang-tenang aja, apalagi kalau sudah tidur.
Lanjut bahasan Auditori-kinestetik
Bayi Auditory kemampuan pendengarannya lebih dominan, sehingga ia sangat peka sama suara bentuk apapun. Karena kemampuan mendengarnya bagus, biasanya di usia 1-2 bulan sudah mulai mengeluarkan suara selain menangis, misal "aaa... aooo..eaaa" saat berinteraksi dengan kita. Karena peka sama suara, saat dia tidur biasanya mudah terganggu kalau ada suara berisik, dia nggak akan tenang. Kalau diajak ke keramaian, dia cenderung susah tidur. Jadi kalau bepergian cenderung akan milih melek, dan tertidur saat di mobil atau sudah sampai rumah.
.
Kalau posisi menggendong, bayi auditory ini nggak masalah asal nyaman dan tidak berisik hehehe. Kalau dia susah tidur, cukup stelkan alunan lagu yang menenangkan, akan sangat membantu bayi untuk segera tidur. Ini berlaku banget di Awim dan Eshan, suasana rumah tenang dan alunan murotal gampang banget bikin mereka tidur saat bayi.
.
???? BAYI KINESTETIK????
Si bayi tidak biasa, mungkin karena jarang dan tidak biasa di masyarakat, seringkali bikin bayi tipe ini di cap bayi rewel, nggak mau diem, dsb. Bayi Kinestetik ini indera peraba nya yang dominan, sehingga dia sangat concern pada kenyamanan versinya, peka sekali sama sentuhan (ditemani atau tidak ditemani mereka bisa merasakannya) Karena cenderung lebih banyak bergerak, jadi perkembangan kemampuan motorik kasarnya lebih cepat. Seperti dari mulai duduk, merangkak, berdiri sampai berjalannya lebih cepat. Kakak Emil bisa berjalan di usia 10 bulanan, sementara Awim baru bisa berjalan di usia 12 bulanan.
.
Kalau tidur, bayi kinestetik ini seringkali sulit untuk ditinggal, karena dia lebih sering bisa merasakan hadir/tidak nya ibu mereka. Saat kita didekatnya, dia bisa anteng tidur, kita tinggalkan bentar, pelan pelang bangun haha ???? Kalau digendong nggak suka tipe berbaring, biasanya lebih suka kangaroo model, dimana dada mereka bersentuhan dengan dada kita, jadi bikin dia nyaman. Keunikan lain bayi kinestetik biasanya kalau sudah bisa tengkurap, dia lebih bisa tidur nyenyak kalau posisi tengkurap.
.
Bayi kinestetik ini biasanya nggak suka ditaruh di stroller. Ini berlaku banget di Emil dan Eshan ???????? Karena mereka lebih merasa nyaman dan aman bila bersentuhan langsung dengan orangtuanya, jadi cenderung suka digendong. Tapi kalau udah bisa jalan sendiri, percayalah kita nggak perlu capek soalnya dia suka gerak kesana kemari sendiri, baterei nya biasanya super energizer ????????
.
.
.
Mengetahui VAK anak kita sedari bayi, selain untuk antisipasi, juga bisa membantu ortu untuk memfasilitasi apa yang menjadi keterbatasan mereka.
.
Anak Visual kalau belajar mereka detil sekali dan fokus konsentrasinya baik, karena indera penglihatan mereka lebih optimal, tapi biasanya mager dan mudah ngeluh capek kalau diajak jalan-jalan (Awim banget inih hahaha).
.
Anak Auditory kalau belajar lebih suka yang ada suaranya, mudah hafal lagu ataupun surat Al-Qur'an, dan kemampuan bicara mereka biasanya lebih bagus (seringkali banyak bicara, aka cerewet hihi), jadi akan suka untuk story telling dsb.
.
Anak Kinestetik kalau belajar lebih suka yang mengoptimalkan energi mereka, yang membuat mereka bergerak ke sana kemari. Jadi perlu kreatif untuk membuat mereka paham, karena fokus dan konsentrasi mereka cenderung pendek, dan perlu usaha membuat mereka duduk diam mengerjakan sesuatu.
.
Kalau kombinasi gimana? Munculnya bisa berbeda beda, tergantung anaknya juga. Jadi tinggal kita sebagai ortu untuk mau terus observasi anak-anak kita. Saat sudah tahu tipe VAK nya apa, jangan jadikan sebagai patokan pasti. Fleksibel saja dan berusaha fasilitasi kemampuan yang jadi keterbatasan mereka.
.
.
"Teh, karena anakku kinestetik cepet banget bisa duduk terus berdiri, berarti nggak merangkak juga gak apa-apa yah?"
.
Karena 4 part postingan tentang VAK, jadi banyak yang DM sama @sakeenafamily tentang anaknya, seperti pertanyaan di atas.
.
Nah, sekali lagi Bundami jelaskan, hasil observasi sementara kita, jangan dijadikan patokan pasti. Dalam arti, tetap asuhlah anak kita sesuai fitrahnya.
.
Jangan sampai, karena dia Kinestetik, lantas bangga bisa langsung berdiri atau berjalan, padahal proses merangkak adalah proses yang WAJIB dilalui oleh setiap anak, ini nanti ngaruhnya setelah mereka besar. Jangan sampai melewatkan fase yang mestinya dilalui mereka. #Eshan2Bulan kalau digendong dan posisi berdiri gitu, kakinya sudah bisa nejek seolah kayak kuat mau berdiri, tapi tetep dia perlu belajar guling dan tengkurap sendiri dulu, lalu belajar duduk, lalu merangkak, baru berdiri lalu berjalan.
.
Jangan sampai, karena dirasa Visual dan bisa diem kalau dikasih sesuatu yang bikin fokus, jadi ngebuat kita ngasih gadget atau tontonan terlalu dini pada anak. Padahal usia 2 taun pertama, baiknya tetap tidak terpapar screen sama sekali, karena bisa mengganggu perkembangan otaknya. Bisa dibaca juga di buku #EnlighteningParenting.
.
Jangan sampai, karena dirasa Auditory dan anteng banget (cenderung mager ????) jadinya membuat ortu lupa untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus dan motorik kasarnya. Agar anak aktif bergerak dan juga bisa fokus pada hal detail.
.
Kita juga perlu tetap update mengenai tumbuh kembang anak yang sesuai seperti apa. Jangan karena anak telat bicara "Ah, anakku kan kinestetik" jadi gak kontrol ke ahlinya, padahal boleh jadi speechdelay. Mengetahui VAK anak kita, sekali lagi untuk optimalkan memfasilitasi  pengasuhan anak sesuai fitrahnya.
.
.
Nah, lalu bagaimana mengoptimalkan tipe VAK masing-masing anak? Kalau Bundami sendiri, mengetahui VAK anak-anak dari sejak bayi, biar bisa lebih mudah memberi stimulus untuk kemampuan mereka.
.
Misal, yang anaknya Kinestetik-Visual seperti Kakak Emil, saya rangsang kemampuan Auditory nya dengan banyak ngobrol, dengerin media edukasi audio, jadi sekarangnya bisa story telling. Padahal saat bayi diem banget dan bisa ngomongnya lama. Karena auditory nya minim, Bundami maklum kalau manggil kakak Emil suka minimal perlu dua kali, baru dia nyahut ????????
.
Kalau yang anaknya VISUAL dominan, biasanya kemampuan fokus dan konsentrasinya baik. Jadi, kalau mau mengajarkan sesuatu, kasih buku, ajakin main yang duduk diem bisa anteng lama.
.
Kalau yang anaknya AUDITORY dominan, kalaupun baca buku, suara kita perlu lantang dan beragam. Awim yg auditori nya jadi tipe kedua, paling suka kalau Bundami bacain buku tapi tiap tokoh harus beda suaranya.
.
Kalau yang anak KINESTETIK dominan, karena perlu gerak banyak. Dia akan muda masuk pengajaran apapun, yang bikin dia gerak juga. Kalaupun media visual, akan lebih suka video karena bergerak. Tapi biasanya anak kinestetik lebih suka main langsung sih dibanding nonton video. Apalagi kalau gak dibiasakan nonton dari kecilnya, dia bisa lebih manaje kebutuhan menontonnya.
.
Ini juga akan ngaruh ke gimana anak2 berpenampilan. Kalau Emil yg anak kinestetik. yang penting nyaman, baju celana dan sepatu gak nyambung, dia oke oke aja. Sedangkan Awim harus banget match aplagi kalau keluar rumah, udah bisa milih sepatu yang dia suka. dan biasanya keukeuh.
.
Mengenal VAK anak juga, bisa bantu untuk menangani tantrum.
.
Seperti kalau anak kinestetik kayak Emil, menenangkannya dengan dipeluk "Kakak mau dipeluk? Oke tenang dulu, tidak teriak dan berhenti dulu nangisnya."
.
Sedangkan anak Visual - Auditory seperti Awim, itu butuh "perhatian fokus" kita, jadi kalau tantrum, perlu dideketin, lalu lihat kedua matanya, pancing bicara, dengarkan dulu pendapatnya. Lalu minta diam dan lebih tenang.
.

Karena VAK ini masih bisa berubah, jadi cukup kita tahu, untuk observasi, untuk bahan kita fasiltasi mereka, memahami mereka, memaklumi mereka, biarlah nanti anak-anak yang menentukan sendiri saat mereka sudah besar, yang menyenangkannya mau tipe belajar seperti apa.

Tidak ada yang lebih baik mana antara tipe VAK kombinasi manapun. Yang lebih penting dari itu, yakni membuat anak adapbtable, bisa menyesuaikan tipe belajarnya di kondisi apapun. Semoga bermanfaat ya, semoga berkenan dan bisa diaplikasikan dengan baik dalam pengasuhan pada anak-anak kita

Next Article