Mengapa Harus Ragu Menyapihnya, Padahal Allah akan memberikan Rezeki yang lebih besar lagi

...

Mengapa Harus Ragu Menyapih Anak, Padahal Allah akan Memberikan Rezeki yang Lebih Besar Lagi
Ibnu Qayyim berkata, 
Renungkanlah, Saat dalam keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. 
Lalu, ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputuslah jaan rezeki itu, Allah membuka DUA JALAN REZEKI yang lain. Yaiu dua putting susu ibunya. Dan Allah alirkan untuknya di dua jalan itu. Rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat. 
Kemudian, ketika masa menyusui habis dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan. Rezeki anak tentunya tidak terputus karena terbuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang LEBIH SEMPURNA dari sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. 
Dua makanan sama dengan dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman sama dengan air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya. 
Lalu, ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah membuka baginya (Jika dia hamba yang beruntung) DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja yang dia kehendaki. 
Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhal dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu, tidak diberikan kepada selain orang mukmin. 
Jadi, tak perlu ragu lagi untuk menyapih anak. Karena anak akan mendapatkan rezekinya kembali bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Next Article