Literasi Keuangan Sejak Dini

...

Pernahkah Bunda merasa sedih uang yang kita miliki baik sedikit atau banyak tapi selalu habis?
Pernahkah merasa bersalah karena uang yang disisihkan untuk disimpan akhirnya habis juga, Meski sudah disimpan di dompet yang berbeda, atau di rekening yang berbeda?


Jawaban Iya dan Tidak akan menentukan pemahaman Bunda mengenai, apa itu uang? Apakah uang yang kita kenal sama dengan pengertian uang yang sebenarnya?

Simak yuk!

Apa itu Uang?
Pada awal mulanya uang muncul sebagai alternatif sistem barter yang kurang efektif. Itulah mengapa Ilmu Ekonomi tradisional menyebut Uang sebagai alat tukar (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Uang).
Jadi jangan heran jika berapapun dan bagaimanapun kita menyimpan uang,  pada akhirnya uang ini akan habis ditukarkan menjadi barang atau jasa lainnya.

Jadi nggak perlu stres ya Bunda ketika uang yang kita memiliki menunaikan tugasnya sebagai alat tukar. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita mengelola uang kita.

Saat masih kanak-kanak, orang tua mengajarkan kita menabung dengan mengatakan seperti ini "Jangan banyak-banyak ya nak belanja nya biar sisanya bisa ditabung"

 Saat dewasa tertanam pemahaman bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah ketika kita bisa berbelanja se-sedikit mungkin dan menyimpan sisanya sebanyak mungkin.

Tahukah Bunda, uang yang kita simpan itu memiliki nilai yang tidak selalu sama setiap saat?

Di satu sisi,  saat kita anak-anak, kita membutuhkan membeli peralatan sekolah atau membayar biaya sekolah, orang tua kita mengatakan "sudah kamu belajar saja tidak perlu memikirkan masalah biaya", tanpa sadar tertanam diri kita hingga dewasa bahwa kebutuhan apapun akan terpenuhi tanpa kita berusaha.

Dua contoh diatas tentu tidak selalu dialami oleh semua orang. Namun cukup memberikan kita gambaran bahwa, pemahaman seseorang mengenai pengelolaan keuangan yang benar itu dimulai sejak usia dini, dimulai dari keluarga, melalui kegiatan sehari-hari. Itulah penting bagi kita memberikan pemahaman yang baik bagi ananda tentang literasi keuangan.

Bagaimana memberikan literasi keuangan bagi Ananda.
Ada banyak cara untuk mengenalkan Ananda pada literasi keuangan. Saya menyimpulkan nya menjadi 4 poin dibawah ini.

1. Kenalkan
Kenalkan literasi keuangan baik produk transaksi, maupun produk investasi. Pengenalan ini tentu sesuai dengan usia si Anak. 

2. Ajak Diskusi

Pengambilan keputusan adalah hal yang harus dilatihkan kepada anak-anak semenjak dini. Tentu bukan berarti anak bebas memilih tanpa kita dampingi . Minta anak berpendapat saat kita melakukan sebuah transaksi utamanya yang terkait dengan kebutuhan Ananda. Jika anak sudah cukup besar, dan Bunda ingin mengenalkan investasi, tidak ada salahnya melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan. Tentunya diskusi yang sesuai dengan kemampuan pemahaman anak. Tujuan dilakukan langkah ini  agar mereka memahami bahwa setiap transaksi yang dilakukan memerlukan pertimbangan.

3. Ajak terlibat


Cara yang mudah untuk memberikan pemahaman kepada Ananda adalah dengan cara mempraktikkan. Jadi ajak Ananda terlibat dalam transaksi keuangan yang kita lakukan, sekali lagi keterlibatan nya disesuaikan dengan kemampuannya.

4. Sodaqoh


Berbicara tentang literasi keuangan tidak akan pernah lengkap tanpa kita mengenalkan sodaqoh kepada Ananda.
Jika dahulu sudah membumi pepatah
"Hemat pangkal kaya"
Maka mari kita membumikan filosofi hidup yang baru
"Sodaqoh memperbanyak rejeki
Berbagi memperluas kebermanfaatan"
Maka anak-anak kita akan berlomba untuk saling berbagi dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.

Selamat belajar Bunda! Cerdas literasi keluarga, berpangkal dari sang Bunda.

 

 

Oleh: Dewi Aprilia Kurniati

kontak >> bit.ly/RangerLiyaDewi

Next Article