Kenapa Kita Tidak Bisa Melihat Allah ? – Emil, 6 Tahun-

...



Originally Created By ; Fufuelmart

"Bi, kok kita nggak bisa ngeliat Allah?" tanya Emil sama Yabi.

 "Iya kak, mata kita saja terbatas. Coba, coba, kakak bisa nggak ngeliat kuman yang ada di tangan, di gigi, atau di kulit?"

 "Nggak bisa liat bi, harus pakai kaca pembesar dulu!" balas Emil.

 "Iya, soalnya penglihatan kita terbatas. Ada hal-hal yang nggak bisa kita lihat dengan mata kita. Coba lagi deh, kita bisa nggak ngeliat bumi secara keseluruhan?" kata Yabi lagi.

 "Nggak bisa juga bi!" pekik Emil.

"Nah, karena penglihatan kita terbatas jadi beberapa HAL itu ada kehadirannya meski tidak bisa kita lihat. Seperti Allah, malaikat, dan makhluk ciptaan Allah lainnya yang tidak bisa kita lihat."

 "Bi, terus gimana biar kita bisa ngerasain Allah itu ada?" tanya Emil lagi.

 "Paling sederhana, bisa kita mulai dengan merasakan terlebih dulu hal-hal apa saja yang sudah Allah berikan untuk kita. Apa saja menurut kakak yang selalu Allah berikan kepada kita, bahkan sampai saat ini?"

 "Bisa makan, bisa minum... ada Yabi, ada Dami, ada Awim dan Eshan, ada Sakeena." jawab Emil.

"Nah iya itu. Banyak banget kan yah. Yang paling gampang aja, nih jantung kita yang masih bisa berdetak coba rasain deg-degannya kak. Udara yang bisa dihirup nih, alhamdulillah yah, di rumah sakit ada orang-orang yang mau bernapas saja perlu pakai alat. " lanjut Yabi lagi.

 "Mata bisa ngeliat ya bi, tangan bisa gerak, telinga bisa denger. Maasya Allah banyak banget ya, bi!" kata Emil lagi.

"Nah, kesyukuran itu yang perlu disadari terlebih dahulu, akan banyaknya nikmat yang Allah beri. Meski kakak belum paham dimana posisi Allah apakah ada di atas, kanan kiri atau dimanapun, Allah itu ADA, sedang menggerakkan semuanya. Coba nih, kakak sekarang mau nyalain mainan punya kakak, tapi nggak tahu ada dimana mainannya, bisa nggak nyalainnya?"


 "Nggak bisa dong bi!" jawab Emil mantap.

 "Nah kita tidak bisa melihat jantung kita sendiri sampai sekarang. Waktu Yabi belum ngasih tahu kakak kalau di dada kiri ini ada jantung, jantung itu pun terus berdetak. Siapa coba yang membuat jantung terus berdetak?"

 "Allah..." pekik Emil.

 "Setiap apapun yang terjadi sama diri kita, itu atas izin Allah. Jadi, yuk kakak terus berlatih untuk ngobrol mesra sama Allah yang telah memberikan semuanya, melalui shalat kita. Belajar terus memaknai setiap bacaan shalat kita, agar terus menancapkan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan."

 "Siap insya Allah, bi!" balas Emil antusias.

#SharingFufu #ParentingAlaCanunFufu #Emil6Tahun

Next Article