Haruskah Setiap Keinginan Anak Dipenuhi oleh Ayah Bunda?

...


"Mi, Emil mau dong dipotong rambut di sana yang ada mobil-mobilannya!" kata Emil setiap kali melihat barber shop yang ada di Mall.

Kami tidak pernah mengabulkannya. Selain emang bukan kebutuhannya, biar anak-anak terbiasa mendapatkan fasilitas yang 'standar' untuk kepentingan yang nggak urgent.

Emil Awim biasanya cukur rambut di barber shop biasa sama Ayabinya.

Dan kebetulan di foto ini, Emil Awim Eshan dianter sama Bundami cukurnya. Karena jadwal Ayabi @canunkamil yang cukup padet dan nggak pas terus. Jadi di waktu luang Bundami sempatkan.

Terus Emil Awim request  lagi "Mi, mau dikeramasin juga ya, mau ngerasain duduk di sana!" Hahaha. Oke deh.

Saat Bundami tanya, gimana rasanya?
Emil Awim jawab, "Enak mi, seger, terus enak dipijit kepalanya."

Terus bundami tanya lagi, "Jadi, masih mau cukuran di mall yang mobil-mobilan itu nggak?" .
"Nggak deh, mi. Di sini juga udah enak!" .
Tarif cukur rambutnya 15.000 ditambah keramas jadi 20.000. Alhamdulillah memberikan kebahagiaan sama mereka bisa sederhana itu.

Tidak setiap keinginan anak perlu kita turuti. Terkadang kita sebagai orangtua, saat menyikapi keinginan anak, dan merasa bahwa kita mampu untuk mengabulkannya, lalu diberikan begitu saja.

???? Anak-anak perlu belajar bahwa memiliki keinginan itu boleh, namun tak setiap keinginan bisa kita dapatkan.

???? Anak-anak perlu belajar bahwa tak setiap keinginan adalah kebutuhan. Agar dia belajar memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan.

???? Anak-anak perlu belajar tangguh dalam menyikapi kekecewaan ketika keinginannya tak sesuai kenyataan.

???? Anak-anak perlu belajar bahwa, makna kebahagiaan bukan hanya didapat dari 'mewahnya' fasilitas, namun bahagia ada ketika mereka bisa menerima dan bersyukur pada keadaan yang perlu mereka hadapi.

???? Semoga Allah terus membimbing kita dalam membersamai anak-anak yang menjadi amanah sepanjang hayat. Aamin :')



Originally Created by @fufuelmart

Next Article